Image default
Blog

Renungan : Setiap Orang Memiliki Waktunya Sendiri

Tentang awal sebuah “perjalanan”. Merencanakan setelah lulus SMA akan masuk Perguruan Tinggi mana, Profile-nya seperti apa, jurusan kuliah yang memiliki prospek bagaimana yang harus di ambil, dan sebagainya. Lalu, diri kita pun akan di tuntut dengan visi hidup selanjutnya. Berbagai misi sudah tergambar, baik dalam tulisan ataupun sekedar angan-angan. 4 tahun kuliah harus lulus, dan tak sekedar hanya lulus. Perlu bekal untuk bersaing di dunia kerja, yang berimbas 5 tahun kedepan seperti apa karir yang sudah di bentuk. Kemudian membangun sebuah keluarga dalam pernikahan, memberikan penghidupan yang memadai dan layak. 10 tahun kedepan seolah hidup kita di tentukan pada “hari ini”. Kita tahu beberapa petuah dari orang yang lebih tua maupun mereka yang sudah berpengalaman memang ada “benarnya” dan “baiknya”. Itu semua bukan tanpa alasan, namun lebih dari itu. Agar pribadi kita menjadi lebih tangguh, mandiri, matang, dan segala harapan – harapan baik.

Renungan : Setiap Orang Memiliki Waktunya Sendiri 18kzki3ibdwyujpg
Motivasi Hidup

Namun, kita sering kali lupa kepada Sang Pencipta yang merestui segala jalan kehidupan umat-Nya. Ada yang takdirnya 21 tahun sudah menikah, namun harus menunggu beberapa tahun untuk memiliki buah hati. Sementara yang lainnya bersabar menahan gunjingan, baru menikah usia 31 tahun tapi langsung diberi momongan. Di usia 25 tahun menyelesaikan kuliah strata satu, namun langsung diterima di Perusahaan ternama dengan gaji tinggi. Ada yang tidak kuliah, namun di usia 18 tahun sudah memiliki passion. Ada yang menikah saling mencintai, namun gagal dan akhirnya bercerai. Ada yang menikah karena di jodohkan, namun bisa langgeng dan berlimpah kasih sayang. Sering kali juga kita mengenal orang yang saling mencintai, namun tidak bisa bersama.

Bahkan menemukan tujuan hidup pun tak mengenal usia. Kita melihat teman atau orang lain lebih baik atau lebih buruk dari kita. Orang lain hanya melihat siaran langsungnya, tidak dengan prosesnya. Orang lain hanya bisa berkomentar, mencibir, atau memotivasi. Di sini kita perlu sadar, setiap orang memiliki waktunya, jam-nya, masa-nya masing – masing. Kita tidak bisa memaksa kapan semua itu terjadi. Jangan biarkan orang lain membuatmu terburu-buru sesuai dengan waktu mereka. Menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar di usia 25 tahun, itu prestasi. Menemukan passion di usia 27 tahun, itu luar biasa. Menikah di usia 31 tahun, itu memungkinkan hidup bahagia. Memiliki rumah di usia 40 tahun, itu sesuatu yang hebat.

Albert Einstein ; “Not Everything that can be counted counts, and not everything that counts can be counted” tidak semua yang dapat dihitung diperhitungkan, dan tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. Manusia tidak bisa memilih takdirnya, tapi ia bisa berikhtiar sejauh yang ia mampu. Jalani sebisa mungkin yang ada di depan mata, kita ciptakan hidup yang berbahagia, bermakna, bertujuan, dan bermanfaat bagi orang lain.

Related posts

4 Tokoh Sukses Yang Pernah Drop Out Dan Memutuskan Kembali Menyelesaikan Studinya.

40+ Gaya Rambut Mohawk Paling Hits 2018

Muhammad Hasan Fadhlurrahman

99% Tips Ampuh Cara Menggemukkan dan Menambah Berat Badan Secara Alami

Muhammad Hasan Fadhlurrahman

Leave a Comment

No any image found. Please check it again or try with another instagram account.