Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Nurvirta Monarizqa Berjuang Melawan Asa (New York University)

Yuk berkenalan dengan sahabat keren kita Nurvirta Monarizqa, ia dulu pernah menjadi salah satu mahasiswa berprestasi (Most Outstanding student) Bidang Akademik Dies Natalis 63 Universitas Gadjah Mada Tahun 2016. Sekarang ia sedang menempuh kuliah di New York University mengambil Master of Science konsentrasi pada Urban Data Science and Informatics. Nah penasaran akan perjuangan Nurvita Monarizqa mencapai mimpinya kuliah di luar negeri, mari kita simak baik-baik cerita berikut ini

Dilahirkan sebagai keluarga akademisi dan pendidik membuat Nurvirta Monarizqa termotivasi untuk mengikuti jejak keluarganya, Setelah lulus kuliah ia sudah merencanakan untuk lanjut studi di Luar Negeri, dan sampai akhirnya apa yang  dimimpikan untuk kuliah di luar negeri tersampaikan. Nurvirta sekarang sedang menempuh kuliah S2 di New York Univeristy salah satu univeritas ternama di Amerika. Ia mengambil jurusan Urban Data Science and Informatics. Namun, Perjalanan menggapai mimpinya tak semudah yang dibayangkan.  Sebelumnya ia sudah menerima berbagai macam penolakan beasiswa kuliah di Luar Negeri baik LPDP, Fullbrigt dan Beasiswa Unggulan.  Setahun yang lalu ia bercerita sangat dihantui kegalauan karena gagal diterima LPDP kedua kalinya. Sebenarnya jika dilihat dari rekam jejaknya Nurvirta Monarizqa merupakan salah satu mahasiswa yang berprestasi, dengan pernah dinobatkannya ia sebagai mahasiswa berprestasi UGM tahun 2013, selain itu masih banyak prestasi lagi yang pernah ia raih, Namun ia menyadari bahwa itu semua bukanlah jalannya, pepatah mengatakan “masih ada jalan menuju roma”. inilah yang membuatnya terus berjuang.

Nurvirta Monarizqa Berjuang Melawan Asa (New York University) 12647378 10207379165830799 4751655441087797825 n

”Nurvirta sekarang sedang menempuh kuliah S2 di New York Univeristy salah satu univeritas ternama di Amerika”

Nurvirta tak pernah putus asa untuk melanjutkan studi di luar negeri. Waktu itu kampus yang hendak ia tuju adalah Columbia University (sudah diterima) dengan biaya kampus sebesar $60 k (setara 780 juta rupiah), belum biaya hidup sebesar $24k setahun (320 juta) pada saat itu ia belum menerima beasiswa. Beruntung, karena ia memilki keluarga besar dan suami yang mendukungnya untuk kuliah di luar negeri dan mau membiayainya. Ia pun merelakan kursinya di Columbia Univerity untuk akhirnya memilih Urban Informatics di New York Univerity, di mana ia mendapatkan bantuan 25% sekitar $10k dan tuitonnya tidak semahal di Columbia.

Nurvirta Monarizqa Berjuang Melawan Asa (New York University) 11137190 10206653161841153 5582160501789118744 n

Lanjut cerita, setelah 3 bulan pertama di Amerika ia sempat depresi dan cemas. Bagaimana tidak waktu itu ia dan suami nekat pergi ke Amerika tak cukup uang, suaminya pada saat itu belum bekerja. Ia giat melamar pekerjaan on campus, begitu juga suaminya  melamar bekerja di Amerika, setiap akhir pekan terbang ke kota lain untuk wawancara tapi selalu ditolak.  Usaha keras tak akan mengkhianati, kalau mengkhianati berarti belum keras, berkat usaha, pasrah, bersyukur inilah yang akhirnya membuat bangkit. Puncaknya seminggu di akhir bulan November, tiga bulan setelah merantau ia mendapatkan berbagai macam keberuntungan. Ia diteria bekerja sebagai Research Asistant di kampus dan mendapatkan tawaran full-time job setelah lulus di salah satu Engineering Firm. Di siso lain suami ditrima bekerja sebagai software engineer di Microsoft, dimana gajinya beberapa bulan saja bisa menutupi biaya kuliah.

“Usaha keras tak akan mengkhianati, kalau mengkhianati berarti belum keras”

Menurutnya untuk memutuskan kuliah di Luar Negeri, ada banyak hal yang harus dideliberasikan. Pikirkan kembali apa pentingnya belajar di Luar Negeri dan apa tujuan hidup anda. Ketika ia belajar urban informatics, tentang data science untuk perkotaan (smart city) yang mana di Indonesia memang tidak ada dan ia yakin akan berguna di kemudian hari, sehingga terpikirlah ia untuk kuliah di luar negeri. Jika anda mengetahui tujuan hidup anda apa dan beruntung mendapatkan beasiswa misalnya maka go for it! jika tidak ada dan nekat sepertinya maka go for it juga! yang jelas musti sadar akan segala resikonya. Ia tidak memungkiri bahwa kuliah di Luar Negeri banyak manfaatnya seperti halnya mengasah kemandirian, pendidikan yang leih baik dan juga membuat pikiran lebih global dan terbuka. Namun tak semua orang bisa dan mamu melakukannya entah karena finansial maupun hambatan lainnya. Oleh karena itu, yang ditekankan adalah semangat untuk terus belajar dan tidak harus kuliah di Luar Negeri. Bisa lewat kuliah di dalam negeri, Course Online ataupun belajar otodidak di Youtube. Menurutnya orang yang merugi adalah orang yang berhenti belajar.

“Menurutnya untuk memutuskan kuliah di Luar Negeri, ada banyak hal yang harus dideliberasikan. Pikirkan kembali apa pentingnya belajar di Luar Negeri dan apa tujuan hidup anda”

Incoming search terms:

  • nurvirta monarizqa

Leave a Reply