Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

How to be an Accidental Creative

Dalam beberapa kelompok lingkungan, kata kreatif telah berubah dari kata sifat menjadi kata benda, dimana seorang disebut kreatif apabila ia bekerja dengan menggunakan pikiran. Selain itu juga mampu menyelesaikan masalah, berinovasi, mengembangkan sistem, mendesain sesuatu, menulis, membuat strategi serta bertanggungjawab untuk menggerakkan konsep – konsep besar.

Terdapat banyak keuntungan melakukan pekerjaan kreatif, diantaranya ialah mendapatkan keunikan, membentuk ciri khas dalam pasar dan belajar menjadi brilian pada saat yang dibutuhkan.
Setiap individu berhak untuk mengembangkan potensi kreatifnya tanpa bergantung pada tekanan dan harapan yang dihadapi, sehingga akan membentuk irama kreatif. Irama kreatif ini akan memberikan stabilitas dan kejelasan untuk langsung menyelesaikan masalah. Terdapat lima cara yang bisa diterapkan untuk membentuk irama kreatif tersebut, yaitu:
1. Fokus (Focus)
Agar tetap bekerja dengan baik, kita harus belajar memperhatikan apa yang sedang kita hadapi dan mengembangkan kemampuan untuk tetap fokus pada tujuan yang akan dicapai.
2. Relasi Kerja (Work Relation)
Relasi memberikan pespektif tentang kekuatan unik yang kita milliki. Kunci mendapatkan relasi yang mendukung kreativitas yaitu mempunyai peran nyata, dapat mempelajari risiko, dan mampu membuat relasi dimana dapat menerima kebijaksanaan orang lain. Banyak manfaat yang diperoleh dari lingkungan sekitar dengan adanya relasi.
3. Energi (Energy)
Manjemen energi sangat penting untuk menghindari kebosanan. Pekerja kreatif yang mengabaikan energinya akan menyebabkan ia berada dalam kondisi sulit. Oleh karena itu, bijaklah dengan komitmen yang telah anda buat dan cara untuk mengatur energi.
4. Stimulus/Rangsangan (Stimulant)
Solusi untuk masalah kreatif tidak datang dari mellihat permasalahan dengan lebih cermat, tetapi ditemukan dengan mendapatkan stimulus yang memiliki kualitas bagus. Ciri dari stimulus yang berkualitas bagus adalah stimulus tantangan, stimulus itu relevan, dan stimulus yang bervariasi.
5. Waktu (Time)
Tentukan skala prioritas sebagai daya pacu untuk menggunakan waktu secara bijak dan efisien. Menurut penulis, sebagai pekerja kreatif, nilai pada suatu organisasi ditentukan oleh apa yang diciptakan, bukan dari berapa banyak waktu yang dihabiskan utuk menciptakan.

Seorang pekerja dituntut belajar berkembang dalam dunia kreasi sesuai permintaan dan harus mengubah cara menata hidup dan pola pikir dalam melakukan sesuatu. Formula yang dapat diterapkan untuk berevolusi menjadi seorang yang kreatif adalah:


Hal tersebut merupakan cara paling efektif untuk hidup dan bekerja. Dampaknya yaitu akan menghasilkan sejumlah besar pekerjaan berkualitas tinggi untuk jangka waktu lama. Ingatlah, memegang kendali atas proses kreatif bagi seorang pekerja sangatlah penting dilakukan di tempat kerja.

Sumber:
Tood Henry. 2013. The Accidental Creative. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Leave a Reply