Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Antara Menganggur dan Menderita di Tempat Kerja Pekerjaan: Mana Yang Lebih Baik ?

Jika anda disuruh memilih, apa yang anda pilih antara menganggur atau menderita di tempat kerja? pasti jawaban anda tidak akan memilih dua-duanya. Namun, bagaimana jika anda berada di antara posisi kedua-duanya. Di sisi lain menganggur kelamaan akan membuat anda rawan stress karena tidak ada pemasukan. sedangkan ketika anda menderita di tempat kerja efeknya anda tidak akan berkembang karirnya dan tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik karena suasana hati dan kondisi fisik yang buruk.

Antara Menganggur dan Menderita di Tempat Kerja Pekerjaan: Mana Yang Lebih Baik ? 074251500 1449303277 woman being bullied at work  sheknows

Kedua situasi ini memang berdampak buruk bagi anda, namun manakah dampak yang paling parah antara menganggur dan menderita di tempat kerja?

 Menurut studi dari University of Manchester mengemukakan bahwa individu yang bekerja dengan gaji yang rendah dan mengalami tekanan kerja tinggi cenderung punya tingkat stress lebih tinggi daibanding berstatus sebagai pengangguran.

Berdasarkan 1000 responden yang di teliti antara umur 35 hingga 75 tahun yang menganggur sekitar tahun 2009 dan 2010. Mereka mengalami tingkat stress yang rendah dan kesehatan mental fisik yang lebih baik. Hasil lain responden yang memiliki pekerjaan “berkualitas rendah” mempunyai tingkat stress lebih tinggi. sedangkan orang yang menikmati pekerjaanya melaporkan memiliki tingkat kepuasan hidup dan kesehatan mental lebih baik.

Berdasarkan hasil dari penelitian lainnya, Tarani Chandola mengatakan kualitas pekerjaan patut menjadi pertimbangan ketika hendak melakukan transisi dari status pengangguran. Rasa terdesak ketika menganggur lama tidak seharusnya membuat anda terpaksa mengambil pekerjaan apapun, meskipun kondisi kerjanya lebih ideal.

Setiap individu mempunyai prioritas berbeda-beda. Menganggur lama karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik bukanlah solusi. Anda harus paham batasan antara realita dan harapan. Bukan karena anda seorang sarjana maka anda harus bekerja sebagai manager dan mendapatkan gaji yang besar. Anda harus ingat bahwa orang sukses itu butuh proses, tidak instant kecuali orang tua anda kaya.

Leave a Reply