Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Ingin mempekerjakan Orang? Hindari 7 Kesalahan Umum ini!

Mempekerjakan karyawan bukanlah hal yang mudah bagi perusahaan.  Proses perekrutan karyawan bisa menjadi lebih rumit dan kompleks daripada mendapatkan karyawan yang tepat untuk pekerjaan itu. Perusahaan pasti tidak ingin mendapatkan kucing dalam karung, sehingga perusahaan akan sia-sia dalam melakukan perekrutan.

Penting bagi sebuah perusahaan untuk menerapkan strategi perekrutan yang efektif, sebagai seorang HRD, sebelum anda melakukan pencarian karyawan baru, hindari lima kesalahan umum yang biasa dilakukan perusahaan dilansir dari businessnewsdaily.com:

Tidak memiliki calon kandidat yang dibutuhkan

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah tidak memiliki daftar kandidat yang yang beragam, sebelum anda memutuskan melakukan perekrutan pikirkanlah dan list berbagai macam kriteria orang yang akan diseleksi, misalnya keberagaman usia, pengalaman, latar belakang, ras dan jenis kelamin, yang tentu semuanya ini akan membantu membawa keberagaman berfikir.

Hal ini akan membuat perusahaan lebih sukses dan menjaga perusahaan tetap tumbuh dan berkembang, Jangan sekali-kali memilih kandidat yang memiliki kriteria sama persis dengan anda atau anggota tim lainnya.

Terlalu cepat mengambil penilaian

Ted Karkus, CEO dan Chairman ProPhase Labs mengatakan bahwa kebanyakan orang sering menilai seseorang terlalu cepat. Jika melihat CV calon pelamar dengan rentetan penghargaan dan pengalamannya, kita sering langsung menyimpulkan bahwa orang ini hebat dan cocok bagi perusahaan anda. Sebelumnya menyimpulkan anda lakukan tes terhadap calon pelamar apakah kemampuanya sesuai dengan yang tertera didalam CV tersebut. Jangan-jangan orang itu berbohong dengan memanipulasi CV yang anda baca.

Kurang Transparansi

Tidak menulis detail tentang  pekerjaan (ketrampilan, sifat, kandidat ideal) dapat berpotensi buruk pada saat perekrutan. Buatlah daftat tanggung jawab pekerjaan dan dafftar ketrampilan, pengetahuan, pengalaman, dan bakat yang sesuai dengan jenis posisi yang dibutuhkan perusahaan.

Dengan memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang anda butuhkan, lebih mudah untuk melihat potensi dari kandidat tersebut.

Mempunyai kebijakan perekrutan yang tidak jelas

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan tidak menentukan kebijakan perekrutan sebelum memulai pencarian karyawan. Kebijakan yang tidak jelas dapat membingungkan kanditan perekrutan dan yang paling penting adalah adalah masalah hukum. terutama jika menyangkut kontrak kerja.
Sebuah perusahaan selayaknya mempunyai buku pegangan karyawan dan kebijakan perekrutan, hal ini akan membantu mengidentifiksai isu-isu yang harus dihindari dan berfungsi sebagai perisai hukum jika terjadi masalah.

Lupa tidak memberitahu budaya perusahaan

Salah satu kesalahan terbesar yang sering terjad selanjutnya tidak menunjukan gaya dan budaya perusahaan ketika wawancara kepada kandidat calon pelamar, seperti gaji, pekerjaan, tunjangan dan fleksibilitas.

Sebagian besar kita menghabisakan lebih banyak waktu ditempat kerja daripada bersama keluarga dan teman, jadi para kandidat pelamar pasti ingin merasa nyaman atau bekerja yang  memberi manfaat untuk kehidupan pribadinya.

Selain menceritakan budaya perusahaan anda harus sesuai dengan etika pekerja , yang tentunya akan menciptakan budaya yang setiap orang bangga.

Leave a Reply