Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Menyeimbangkan Antara Kehidupan Kerja dan Kehidupan Keluarga: Tips jitu untuk Ayah!

ketika menganjak remaja kebanyakan laki-laki  tidak mengenal waktu dalam bekerja, mereka menghabiskan waktu hari demi hari hanya untuk mencari uang dan mendedikasikan waktunya untuk memulai bisnis, Namun ketika sudah berkeluarga dan menjadi ayah, prioritas mereka telah bergeser dan tidak hanya pekerjaan dalam prioritasnya, mereka harus dapat mencapai keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan keluarga.

Bayangkan saja anda mempunyai penghasilan tinggi akan teteapi keluarga terbengkalai, sebaliknya anda terlalu sibuk mengurus keluarga sehingga pekerjaan anda berantakan. Untuk itu  sebagai nseorang ayah anda harus mampu menyeimbangkan antara kesuksesan karir bekerja dan menjadi nakkoda bahtera rumah tangga yang baik bagi istri dan anak-anak. Berikut ini empat cara bagaimana menyeimbangkan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan keluarga dikutip Dari businessnewsdaily.com

Menjalin Komunikasi yang baik

Menjalin komunkasi sesama rejan kerja di kantor baik untuk keberlangsungkan karir anda kedepan. Namun, berkomunikasi baik dengan keluarga sama pentingnya. Ketika anda sudah mempunyai seorang anak, komunikasi merupakan bagian penting dalam menjalin hubungan dengan anak anda. Anak akan merasa diperhatikan oleh ayahnya. Pada usia sekitar 3-5 tahun, usia dimana anak-anak hanya ingin didengar oleh orang tuannya. Mulailah untuk meluangkan waktu  berbicara dan mendengarkan keluh kesah mereka.

Melakukan quality time bersama keluarga

Ketika bekerja anda selalu memprioritaskan acara-acara besar perusahaan anda, seperti bertemu dengan Klien atau rapat dengan rekan kerja anda. Namun terkadang acara kecil bersama anak seperti jalan-jalan pagi atau berliburan bersama anak anda abaikan.

Mulailah anda dengan membuat jadwal yang anda prioritaskan untuk  istri dan anak anda. Penuhi jdawal yang anda buat dan jangan sampai anda mengingkari jadwal yang anda buat. Selain itu anda juga bisa melakukan hal kecil dengan membuatkan satiap pagi sarapan  untuk anak dan istri.

Membagi tanggung jawab

Ketika anda terjebak dalam tututan kerja perusahaan anda, mudah bagi anda mengandalkan istri untuk mengurusi rumah. Namun, mengasuh anak merupakan tanggung jawab bersama. Mengembangkan karir bukanlah alasan utama untuk mengabaikan anaak. Anda harus menyadari bahwa jumlah waktu yang anda habiskan untuk bekerja tidak hanya menghancurkan hubungan anda dengan anak-anak, Namun juga istri anda, yang mengambil tanggung jawab ektra untuk berada bersama-sama dengan anak. Kedua belah pihak harus lebih berhati-hati membagi tanggungjawab dirumah yang tentunya dapat memperkuat hubungan keluarga.

Anda harus mampu menyesuaikan diri

Tuntutan pekerjaan tidak mengenal waktu, begitujuga tuntutan keluarga. Menyeimbangkan keduanya berarti anda memutar otak agar menemukan system yang sesuai untuk semua orang. Terkadang anda berfikir harus  bergegas pulang untuk melihat anak-anak anda sebelum tidur. Namun, anda tidak mendapatkan ijin dari bos untuk pulang.

Menemukan keseimbangan keduanya berarti anda harus mengambil waktu dimana anda sedang luang dan tidak bekerja. Anda bisa mengambil waktu dengan anak sebelum anda masuk kerja, seperti sebelum sarapan pagi. Bisa juga anda tidak mengambil proyek atau lemburan dan menghabiskan beberapa hari bersama keluarga.

Leave a Reply