Ingin melanjutkan pendidikan dengan dibiayai oleh pemerintah Indonesia? Mungkin, Beasiswa LPDP bisa menjadi salah satu pilihan terbaikmu. Beasiswa ini terdiri dari dua seleksi, yakni administratif dan substansial. Untuk seleksi administratif, kamu perlu mengumpulkan dokumen dan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk di-submit melalui website LPDP.

Jika lolos, kamu akan menuju tahap seleksi substansial, yang terdiri dari pembuatan esai, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara.

Nah, tak dimungkiri, seleksi wawancara menjadi salah satu ketakutan bagi para peserta seleksi. Sebab, tahap ini menjadi salah satu proses penting yang bisa menentukan apakah kamu bisa lolos seleksi Beasiswa LPDP atau tidak.

Bagi Ahmad Ferdiyan Alif (24), awardee LPDP yang akan melanjutkan studi di Seoul University, Korea Selatan, untuk Jurusan Manajemen Ekonomi Bisnis ini, ada 5 tips jitu yang membuat kita lolos seleksi wawancara LPDP.

1. Jangan panik dan takut

Ferdy, panggilan akrabnya, mengaku kalau dirinya berusaha untuk tetap fokus pada pertanyaan yang ditujukan pewawancara dan jawaban yang dilontarkannya. Ia tidak ingin ketakutan dan kepanikan menguasai dirinya.

“Dengan begitu, pikiran aku bakal sibuk menelaah dan bekerja maksimal sehingga perasaan-perasaan negatif tadi bisa tersingkirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, akhirilah setiap jawaban dengan senyum dan tariklah napas panjang supaya bisa merasa lebih rileks dan nyaman.

2. Berikan jawaban yang jujur

Wawancara bukanlah sesi mengarang dongeng. Berikanlah jawaban jujur yang bisa kamu pertanggungjawabkan ketika sudah menjadi awardee LPDP nanti.

“Para interviewer tentu tahu mana yang realistis dan mana yang sugar-coating. Mereka mencari calon penerus bangsa yang bisa dipercaya tindak dan ucapannya. LPDP adalah wadah untuk pengabdian kita kepada bangsa dan negara di masa depan. Jadi, jangan sampai kita dipandang hanya jago bersilat lidah,” tambah Ferdy.

3. Tunjukkan kemampuan dan kapabilitasmu

Akan ada saat di mana kamu diberi pertanyaan soal prinsip dan pandangan hidup akan masa depan. Untuk menjawabnya, jawablah dengan tegas, tapi sopan. Mempromosikan diri sendiri jelas tidak dilarang, tapi ada baiknya agar kita bisa mengontrol ego supaya tidak kebablasan.

“Perhatikan juga pilihan kata yang digunakan, atur bagaimana cara kita mempromosikan diri kepada mereka, serta pilih momen pertanyaan yang pas untuk unjuk gigi.”

4. Jangan ngotot

Bagaimanapun juga, interviewer yang berada di depan kamu nantinya saat seleksi wawancara adalah mereka yang sudah jauh lebih berpengalaman dari kamu. Saat memberikan argumentasi, usahakan untuk tidak terlalu ngotot.

“Punya argumentasi dan tegas pada prinsip dan jawaban jelas nilai tambah, tapi ngotot dan keras kepala tentu bukan itu yang mereka inginkan dari calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar laki laki kelahiran Magetan, 19 Januari 1993 ini.

Di sisi yang bersebelahan, tunjukan bahwa kamu adalah orang yang terbuka dengan penyesuaian, serta saran-saran membangun.

5. Percaya diri

Tidak peduli sebagus apapun rencana yang sudah disiapkan, selancar apapun bahasa Inggris yang dimiliki, tapi jika kamu merasa mudah jatuh atau punya pemikiran bahwa ada lebih banyak orang yang lebih hebat dari kamu, duh…. segeralah singkirkan hal tersebut dari otakmu!

“Orang yang lebih hebat dari kita pasti lebih banyak, tapi yang seperti kita cuma satu. Ya, kita sendiri,” paparnya.

Ketahuilah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing. Hal itulah yang patut disadari dan disyukuri. Ferdy pun yakin, apabila kita percaya dengan kemampuan masing-masing, maka orang lain juga akan melihat hal tersebut.

“Kita semua sama, kita layak mendapatkan mimpi yang sudah kita persiapkan dengan matang! Jadi, percaya dirilah,” pungkasnya.